bismillah...
Menahan pandangan merupakan salah satu ilmu dari ghadzul bashor, yaitu menahan pandangan dari yang haram-haram. Seperti riwayat Nabi Muhammad, bahwa dulu Nabi Muhammad memalingkan wajah Imam Ali ketika melihat wanita cantik
Ada beberapa cara untuk menahan pandangan:
1. Meningkatkan ketaqwaan. JIka taqwa sudah didalam dada, maka InsyaAllah segalanya jadi mudah. Menahan pandangan adalah perkara yang diperintahkan oleh Allah (QS An Nur 30-31). Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda, "Malulah kepada Allah dengan sebenar benarnya." kami berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami benar benar merasa malu, alhamdulillah. " Beliau bersabda, 'Bukan itu yang dimaksudkan. Akan tetapi yang disebut dengan malu kepada Allah dengan sebenar benarnya adalah engkau menjaga kepada (mata) dan segala apa yang disaksikannya; menjaga perut dan segala apa yang masuk kedalamnya; dan mengingat kematian beserta siksaan yang akan menimpanya. Barangsiapa yang menginginkan (kehidupan) akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang melakukan semua itu berarti ia telah merasa malu.
2. Mengetahui manfaat menahan pandangan dan mudharat tidak menahan pandangan.
Diantara manfaat dari menahan pandangan adalah> Menahan pandangan akan menetramkan hati. ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati akan turut menahan syahwat serta keinginannya seperti firman Allah di surat AnNur 30 :" Katakanlah kepada laki laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka," Menahan pandangan akan membuat hati bercahaya dan bersinar yang kelak akan terlihat pada mata, wajah dan seluruh tubuhnya. selain itu akan menjernihkan firasat karena firasat itu berasal dari cahaya hati dan buahnya. Jika hati bersinar maka firasatnya akan tajam.
Selain itu, tidak menahan pandangan akan membuat hati gelisah, melunturkan hafalan, menyibukkan hati, mendatangkan kegundahan hati dan kegelisahan. .
3. Memalingkan pandangan jika tidak sengaja memandang. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah "Wahai 'Ali, janganlah engkau ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya) . Karena pandangan pertama itu bagimu, sedangkan yang kedua tidak halal bagimu." Shohih Sunan Abi Dawud. Janganlah berlebih lebihan memalingkan pandangan sehingga membuat tersinggung seorang wanita.
4. Menyibukkan diri dengan hal hal yang bermanfaat seperti menuntut ilmu syar'i, menghafal AlQur'an
5. Menikah. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda : Wahai pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah memiliki ba'ah (kemampuan) hendaknya ia menikah. Sesungguhnya yang demikian itu lebih dapat memelihara pandangan mata dan kemaluan" (HR Bukhari - Muslim)
6. Berdo'a memohon pertolongan kepada Allah dengan ikhlas, mengharap ganjaran hanya dari Allah,
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : Sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik darinya..
jaga hati, jaga pandangan...
keep istiqomah..
Jumat, 20 Februari 2009
ghadzul bashor...
Diposting oleh ukhti_hafizah di Jumat, Februari 20, 2009 0 komentar
Minggu, 08 Februari 2009
salam....
maaf teman2...
sdh lama x pernah menulis lg kat blog ni..
sibuk sangat lah...
sibuk belajar nak ikut seleksi penerimaan mahasiswa baru(SPMB)
ujiannya mungkin bulan juni..
mudah2an bs lulus seleksi,,,
tolong doanya yerr..
smoga Allah permudahkan semua urusan kite..
Allah sentiasa bersama dgn kite..
yang penting adalah usaha dan doa,,
selebihnye kite serahkan je dgn Allah...
ukhuwah fillah...
Diposting oleh ukhti_hafizah di Minggu, Februari 08, 2009 0 komentar
Senin, 19 Januari 2009
Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Allah Ta’aala berfirman:
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan diakhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”
(QS. Azd-Dzariyaat: 17-18)
Ayat ini berkaitan dengan sifat orang-orang muhsinin (yang baik).
Ibn ‘Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: “Tiadalah berlalu malam atas mereka melainkan pasti mereka mengambil sebagiannya (untuk shalat malam).”
Allah Ta’aala berfirman pula tentang sifat ibadur-Rahman: “ Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Shalat malam).”
(QS. Al-Furqan: 64)
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (untuk shalat malam), sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. As-Sajdah: 16-17)
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim dan lain-lain).
Dalam hadits yang lain disebutkan kepada Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam seseorang yang tidur sepanjang malam sampai subuh lalu beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi Syetan.”
(HR. Bukhari – Muslim)
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Syetan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika ia tidur. Ia pukulkan pada tiap ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur lagi sajalah!” Jika ia bangun dan berzdikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dilanjutkan dengan berwudhu , terurailah ikatan yang kedua. Dan jika ia shalat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Maka pagi harinyapun ia bersemangat dan baik kondisi jiwanya. Sebaliknya jika tidak, iapun jadi malas dan buruk kondisi jiwanya.”
(HR. Bukhari – Muslim)
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Posisi Rabb (Allah) yang paling dekat dengan hambanya adalah dipenghujung malam, jika anda mampu untuk berzdikir kepada Allah pada saat itu maka lakukanlah.”
(HR. At-Tirmidzi, Ibn Huzaimah dll dengan sanad shahih)
Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“ Rabb (Tuhan) kami yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun kelangit dunia tiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir seraya berkata: “Siapa berdo’a kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri dan siapa memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni ia.”
Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam lalu penyeru-pun menyeru: “Apakah ada orang berdo’a, pasti dikabulkan do’anya. Apakah ada orang meminta, pasti diberi permintaannya. Dan apakah ada orang yang sumpek (banyak problem), pasti dihilangkan darinya. Maka tidaklah seorang muslimpun yang berdo’a saat itu melainkan pasti Allah mengabulkannya kecuali zaniah (pelacur yang belum bertaubat) dan ‘Asysyaar (Seorang yang mengambil harta manusia dengan cara bathil).”
(Hadits shahih diriwayatkan at-Tabhrani)
Dari aisyah –Radhiallahu ‘Anha berkata: “Bahwasannya Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam shalat malam sampai pecah-pecah (bengkak) kedua kakinya, lalu akupun berkata kepada Beliau: “Mengapa Anda lakukan ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa anda yang lalu dan yang akan datang?” Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur”.
(HR. Bukhari – Muslim)
Al-Hasan al-Bashri –Rahimahullah ditanya: “Mengapa orang-orang yang rajin bertahajjud itu wajah mereka berseri-seri?” beliau menjawab: “Sebab mereka menyendiri bersama ar-Rahman, lalu Dia pakaikan pada mereka seberkas cahaya dari cahaya-Nya.”
Al Hasan –Rahimahullah berujar: “Seseorang melakukan suatu dosa, maka iapun terhalang dari qiyamullail.”
Seseorang bertanya kepada orang shaleh, Aku tidak dapat bangun malam. Tunjukkan padaku obatnya! Orang shaleh itupun menjawab: “Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya (Allah) disiang hari, pasti Dia akan membangunkanmu di Malam hari.”
Sufyan Ats-Tsauri –Rahimahullah bercerita aku benar-benar terhalangi dari qiyamullail selama lima bulan gara-gara satu dosa yang aku lakukan.
Abu Sulaiman –Rahimahullah bertutur: Kelezatan malam yang dirasakan oleh orang yang rajin shalat malam itu lebih besar daripada kelezatan lahwun (perbuatan sia-sia) yang dirasakan oleh ahlinya. Sungguh jika tidak ada malam aku tidak ingin berlama-lama tinggal didunia ini.”
Ibn al-Munkadir –Rahimahullah berujar: “Kelezatan dunia ini tinggal tersisa tiga perkara: qiyamul lail, berjumpa dengan akhwat (teman-teman yang shaleh), dan shalat berjama’ah.”
Diposting oleh ukhti_hafizah di Senin, Januari 19, 2009 0 komentar
Selasa, 13 Januari 2009
SAVE PALESTINE....
Bismillaahirrahmaan irrahiim…
Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…
Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.
Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.
Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan berkomentar, “Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.” atau kalimat yang semisalnya.
Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:
Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri kalian dalam kebinasaan…” (Qs. Al Baqarah: 195)
Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy kariiman… aw Mut syahiidan…” (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? Namun jihad membutuhkan seorang imam dan tandhim (taktik dan siasat perang). Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing front/partai/ hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.
Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”, maka saya tidak berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4)
Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak terdeteksi oleh radar?!
Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka jihad, kalau segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan “Mari mencapai kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh) ?
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan inqiyaad (patuh) dengan mentaatiNya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.
Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik luar negerinya merupakan politik anti Amerika???
Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang berhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru -l Mutawassith) itu. Sedangkan Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –rahimahullah- akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.
Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.
Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya, agar mendapatkan syahadah fii sabiilillah dan semoga kita dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.
Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.
Diposting oleh ukhti_hafizah di Selasa, Januari 13, 2009 0 komentar
Selasa, 30 Desember 2008
Nama Hijrah...^_^
salam,,
bismillah..
teman2 semua,,mulai sekarang ana punya sebuah nama hijrah,,
kerana nama merupakan do'a,,betul x??
ana bukannya x menghargai nama pemberian dari orangtua ana,,
justru ana sangat menghargai pemberian orangtua ana,,
sebenarnya ana x tahu apa arti nama ana sendiri,,
hmm,,jd ana putuskan untuk mempunyai nama hijrah,
ana tak mengganti nama ana koq,,
cuma ana lebih senang seandainya teman-teman panggil ana dengan nama hijrah ana itu,,
ana sangat senag sekali kalau teman2 panggil ana dengan nama HAFIZAH,
hmm,, ana senang dengan nama itu kerana Makna "hafizah" di sini bermakna "haafizh", yaitu orang orang yang menjaga(melaksanakan) perintah perintah Allah atau orang orang yang menjaga dirib dari dosa-dosanya dengan selalu bertaubat kepada Allah.
syukron, untuk teman2 semuanya...
Diposting oleh ukhti_hafizah di Selasa, Desember 30, 2008 3 komentar
Rabu, 24 Desember 2008
Suara Hati Seorang Hamba
Diposting oleh ukhti_hafizah di Rabu, Desember 24, 2008 0 komentar
Senin, 22 Desember 2008
Allah sentiasa bersama kita....
Errrm,,,
Aku bingung…sebetulnya nak mulai dr mana ceritaku ni..
Skrg aku dah tinggal di kota Padang,,indahnya kota ini,,aku suka dgn pemandangannya, apalagi kemarin masa perjalananku dari Palembang ke Padang,,
ish,,, indahnye,,ada air terjun,, danau singkarak di Solok dll,,ternyata kota Padang ni di kelilingi oleh perbukitan, apalagi waktu pergi jalan2 ke tapi lauik(tepi laut) begitu orang padang menyebutnya,,jalan2 ke pantai,,Subhanallah…aku mengucap syukur,melihat kebesaran Allah, alangkah cantiknya ciptaan Allah ni..
aku berada di kota ini mungkin belum sampai setahun, alhamdulillah juga aku sudah dpt kerja, ternyata di kota Palembang tu susah sangat lah nak cari kerja,, aku ingat betul, kemarin di Palembang aku sudah 20 kali masukkan surat lamaran untuk berkerja,, tetapi tak satupun diterima,,mungkin belum rezeki…^_^
aku percaya Allah telah merancang yang terbaik untukku, mungkin berkat kesabaran,,aku bisa mendapatkan yang terbaik.
Lama juga aku menganggur di sini,,mungkin kira-kira 3 bulan lah, kerana aku sibuk membuat KTP,SKCK dll,, kerana kalau mau melamar pekerjaan haruslah lengkap surat-suratnya,,kalau tak lengkap mana lah mau perusahaan menerima,,
Memang Allah Maha tahu yang terbaik untuk hamba-Nya,,selama menganggur itu,, tak disangka aku bertemu dengan seseorang, kak Elni namanya, alhamdulillah aku mengenal tarbiyah ni dr kak Elni,, dia mengajakku untuk ikut tarbiyah, dialah yang terus memberikan semangat, meskipun awalnya abangku tak mengizinkan aku untuk ikut tarbiyah,,kerana abang takut kalau-kalau ternyata aliran sesat, aku sedih,,dan aku terus bercerita sama kak elni, dia terus memberi nasihat&dorongan,, dia berkata”adik harus sabar, memang untuk menjemput hidayah itu mesti menemui yang namanya rintangan, tapi yakinlah akan pertolongan Allah,banyak yang menemui rintangan seperti ini bahkan lebih berat,, adinda saying kakak yakin adik bisa” itulah kata2nya yang masih tersimpan di handphone ku, sampai sekarang blm aku hapus.
Akhirnya aku tetap berkeras untuk tetap ikut tarbiyah, memang awal-awalnya abang sering bertanya,, apa saja yang kami lakukan selama tarbiyah, aku jawab seadanya, dan kini, alhamdulillah abang sudah menerimanya,
Tetapi…
kadang kala aku sedih melihat saudaraku dirumah, seperti abangku, dia bahkan jarang, sangat jarang untuk sholat, padahal abang adalah kepala keluarga di rumah, masa-masanya hanya dihabiskan di depan televisi, aku belum bisa berbuat apa-apa, untuk sekarang aku hanya bisa menunjukkan melalui sikap dlm kehidupan sehari-hari, aku pun sering membeli buku-buku tentang islam, dan alhamdulillah mereka semuanya mau membacanya,,ya…hanya itulah yang baru bisa aku lakukan.
meskipun aku sendirian tp aku yakin Allah sentiasa bersama kita
Ya Allah berikanlah aku kekuatan..untuk menggapai ridhoMu,
jangan biarkan aku terpengaruh akan lingkungan,,
siramilah aku dengan Nur kasihMu,,
pimpinlah aku kejalanMu yang benar,
Alhamdulillah..
Memang di sebalik kejadian tu pasti lah ada hikmahnya, aku sekarang sdh berubah, bukanlah sri yang dulu lagi,,
Aku sekarang dah pakai jilbab(tudung) labuh pulak…
Semoga tidak hanya perubahan pada penampilan ku sahaja,,tetapi juga berubah dlm sikap dan tingkah laku..
Semuanya hanya kerana Allah semata, aku dipertemukan dengan teman-teman tarbiyah, segala puji bagi Allah, yang telah mewarnai dan melengkapi hidupku, dengan kehadiran teman-teman tarbiyah tak pernah kurasakan kemanisan ukhuwah seperti ini, tak pernah hati ini tersentuh dengan ikatan yang seindah ini, tak mungkin ku perolehi walau seribu tahun, walau kuselami lautan dalam, kalau bukan kerana kehendak-Mu Ilahi…
Diposting oleh ukhti_hafizah di Senin, Desember 22, 2008 0 komentar
Minggu, 21 Desember 2008
Alhamdulillah....
hmm,,tak terasa sekarang aku dah tinggal di kota padang,,jauh dari kampung halamanku..
sedihnya tak terkira,meninggalkan orangtua&keluargaku tercinta...
idul fitri&idul adha tahun ini pun kami tdk balik kampung,,
karena thn 2007 kemarin kami sdh pulang,,jd thn ini tdk pulang,,insya Allah idul fitri thn depan kami balik kampung,,dh rindu sangatlah ngan abah&mak di kampung,,
kami balik kampung dlm dua tahun hanya sekali,,kerana jarak dr padang-palembang selama sehari semalam perjalanan,,ongkosnya juga mahal..jd menghemat uang sedikit..hehe
aku dipadang bersama abang yang sudah berkeluarga dan ada juga kakak perempuan yang nomor tiga,,
kami dipadang hanya bertiga saja,,saudara yang lain semuanya dipalembang,,
hmm,,anak rantauan...hehehe
alhamdulillah,,skrg aku jugak dh dpt kerjaan,,setelah dulu menganggur tiga bulan karena blm dpt kerja,,aku kerja di cyiber cafe(warnet),,mungkin sdh hampir lima bulan aku kerja di sini..
Diposting oleh ukhti_hafizah di Minggu, Desember 21, 2008 0 komentar
Tatapan Penuh Cinta
Sekedar renungan,.
Masihkah tetap membenci bila orang yang menjengkelkan itu tengah tertidurlelap??.....mungkin inilah sumber kekuatan seorang ibu tetap mencintaianak-anaknyanya betapa pun si anak telah 'menyakiti' hati sang ibu......Cobalah dengan memperhatikan pasangan anda yang tengah terlelap dalamdamai........semoga anda memperoleh kekuatan darinya untuk tetapmencintainya sepenuh hati..........!
Tatapan Penuh Cinta
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat ituyang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisajadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badanyang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulaiterpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untukkesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa sajaasal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda..
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belaitubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Oranginilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang palingrajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Istri,Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yangmengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlahgetaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknyapengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entahkenapa selau saja nampak besar.Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melaluiwajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadangmelelahkan namun enggan mereka ungkapkan.Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpasuara dia berkata : "betapa lelahnya aku hari ini".
Dan penyebab lelah itu?
Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerjakeras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak,juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-harisuka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuanseketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orangterkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya .....
diambil dr artikel tentang-pernikahan.com
Diposting oleh ukhti_hafizah di Minggu, Desember 21, 2008 1 komentar
Minggu, 23 November 2008
" NASIHAT DARI SEORANG TEMAN "
Kemuliaan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauhmana kita menjalani kehidupan yang berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain”.
(Barbara Brown Taylor)
“Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran serta dosa kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri, pikiran, dan hati kita dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan”.
[Taubat]
“Orang yang tamak dan ingin serba lebih biasanya malah akan kehilangan segalanya”.
[Tamak]
“Bahwa ilmu yang banyak tidak selamanya menjamin keselamatan di dunia ini. Namun ilmu yang sedikit dan bisa diamalkan pada saat yang tepat bila dibutuhkan akan lebih berharga dari pada ilmu yang banyak namun tidak dapat diaplikasikan ketika dibutuhkan. Pelajaran lain adalah janganlah kita menganggap remeh orang lain yang mungkin ilmunya sedikit. Bisa jadi ilmu yang sedikit itu mampu menyelamatkan ia dari bencana”
[Berkah Ilmu]
”Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi belajar, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari. Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita. Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Allah untuk kita. Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas? Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?”.
"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu."
Diposting oleh ukhti_hafizah di Minggu, November 23, 2008 1 komentar
