Senin, 19 Januari 2009

Qiyamul Lail (Shalat Malam)

Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Allah Ta’aala berfirman:
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan diakhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”
(QS. Azd-Dzariyaat: 17-18)

Ayat ini berkaitan dengan sifat orang-orang muhsinin (yang baik).
Ibn ‘Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: “Tiadalah berlalu malam atas mereka melainkan pasti mereka mengambil sebagiannya (untuk shalat malam).”
Allah Ta’aala berfirman pula tentang sifat ibadur-Rahman: “ Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Shalat malam).”
(QS. Al-Furqan: 64)

Allah Ta’aala berfirman:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (untuk shalat malam), sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. As-Sajdah: 16-17)

Tatkala mereka menyembunyikan amal ibadah mereka dan tertutup oleh kegelapan malam maka Allah-pun menyembunyikan pahala bagi mereka.
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim dan lain-lain).

Dalam hadits yang lain disebutkan kepada Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam seseorang yang tidur sepanjang malam sampai subuh lalu beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi Syetan.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Syetan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika ia tidur. Ia pukulkan pada tiap ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur lagi sajalah!” Jika ia bangun dan berzdikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dilanjutkan dengan berwudhu , terurailah ikatan yang kedua. Dan jika ia shalat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Maka pagi harinyapun ia bersemangat dan baik kondisi jiwanya. Sebaliknya jika tidak, iapun jadi malas dan buruk kondisi jiwanya.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Posisi Rabb (Allah) yang paling dekat dengan hambanya adalah dipenghujung malam, jika anda mampu untuk berzdikir kepada Allah pada saat itu maka lakukanlah.”
(HR. At-Tirmidzi, Ibn Huzaimah dll dengan sanad shahih)

Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“ Rabb (Tuhan) kami yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun kelangit dunia tiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir seraya berkata: “Siapa berdo’a kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri dan siapa memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni ia.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam lalu penyeru-pun menyeru: “Apakah ada orang berdo’a, pasti dikabulkan do’anya. Apakah ada orang meminta, pasti diberi permintaannya. Dan apakah ada orang yang sumpek (banyak problem), pasti dihilangkan darinya. Maka tidaklah seorang muslimpun yang berdo’a saat itu melainkan pasti Allah mengabulkannya kecuali zaniah (pelacur yang belum bertaubat) dan ‘Asysyaar (Seorang yang mengambil harta manusia dengan cara bathil).”
(Hadits shahih diriwayatkan at-Tabhrani)

Dari aisyah –Radhiallahu ‘Anha berkata: “Bahwasannya Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam shalat malam sampai pecah-pecah (bengkak) kedua kakinya, lalu akupun berkata kepada Beliau: “Mengapa Anda lakukan ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa anda yang lalu dan yang akan datang?” Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur”.
(HR. Bukhari – Muslim)
Bahwasannya sahabat Abdullah Ibn Mas’ud –Radhiallahu ‘Anhu apabila telah datang malam dan semua mata telah terlelap beliau bangun dan terdengarlah dengungan suaranya seperti dengungan lebah, sampai menjelang subuh.

Al-Hasan al-Bashri –Rahimahullah ditanya: “Mengapa orang-orang yang rajin bertahajjud itu wajah mereka berseri-seri?” beliau menjawab: “Sebab mereka menyendiri bersama ar-Rahman, lalu Dia pakaikan pada mereka seberkas cahaya dari cahaya-Nya.”

Al Hasan –Rahimahullah berujar: “Seseorang melakukan suatu dosa, maka iapun terhalang dari qiyamullail.”
Seseorang bertanya kepada orang shaleh, Aku tidak dapat bangun malam. Tunjukkan padaku obatnya! Orang shaleh itupun menjawab: “Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya (Allah) disiang hari, pasti Dia akan membangunkanmu di Malam hari.”
Sufyan Ats-Tsauri –Rahimahullah bercerita aku benar-benar terhalangi dari qiyamullail selama lima bulan gara-gara satu dosa yang aku lakukan.

Abu Sulaiman –Rahimahullah bertutur: Kelezatan malam yang dirasakan oleh orang yang rajin shalat malam itu lebih besar daripada kelezatan lahwun (perbuatan sia-sia) yang dirasakan oleh ahlinya. Sungguh jika tidak ada malam aku tidak ingin berlama-lama tinggal didunia ini.”

Ibn al-Munkadir –Rahimahullah berujar: “Kelezatan dunia ini tinggal tersisa tiga perkara: qiyamul lail, berjumpa dengan akhwat (teman-teman yang shaleh), dan shalat berjama’ah.”

Selasa, 13 Januari 2009

SAVE PALESTINE....

Bismillaahirrahmaan irrahiim…
Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…


Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.
Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.
Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan berkomentar, “Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.” atau kalimat yang semisalnya.
Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:
Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri kalian dalam kebinasaan…” (Qs. Al Baqarah: 195)
Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy kariiman… aw Mut syahiidan…” (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? Namun jihad membutuhkan seorang imam dan tandhim (taktik dan siasat perang). Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing front/partai/ hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.
Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”, maka saya tidak berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4)
Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak terdeteksi oleh radar?!
Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka
jihad, kalau segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan “Mari mencapai kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh) ?
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan inqiyaad (patuh) dengan mentaatiNya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.
Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik luar negerinya merupakan politik anti Amerika???
Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang berhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru -l Mutawassith) itu. Sedangkan Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –rahimahullah- akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.
Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.
Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya, agar mendapatkan syahadah fii sabiilillah dan semoga kita dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.


Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Selasa, 30 Desember 2008

Nama Hijrah...^_^

salam,,
bismillah..
teman2 semua,,mulai sekarang ana punya sebuah nama hijrah,,
kerana nama merupakan do'a,,betul x??

ana bukannya x menghargai nama pemberian dari orangtua ana,,
justru ana sangat menghargai pemberian orangtua ana,,

sebenarnya ana x tahu apa arti nama ana sendiri,,
hmm,,jd ana putuskan untuk mempunyai nama hijrah,
ana tak mengganti nama ana koq,,
cuma ana lebih senang seandainya teman-teman panggil ana dengan nama hijrah ana itu,,

ana sangat senag sekali kalau teman2 panggil ana dengan nama HAFIZAH,
hmm,, ana senang dengan nama itu kerana Makna "hafizah" di sini bermakna "haafizh", yaitu orang orang yang menjaga(melaksanakan) perintah perintah Allah atau orang orang yang menjaga dirib dari dosa-dosanya dengan selalu bertaubat kepada Allah.

syukron, untuk teman2 semuanya...


Rabu, 24 Desember 2008

Suara Hati Seorang Hamba

Ya Allah...
ku mohon tetapkan hatiku
istiqomah di jalan-Mu...
Ya Allah...
biarkan hati ini menangis
karena mengingat-Mu
biarkan jiwa ini menjerit
karena tumpukan dosa
yang menggunung tinggi...
Ya Allah...
aku malu menghadapkan
wajah ini pada-Mu...
diri yang penuh dengan linangan dosa
yang tak terhitung lagi jumlahnya..
Ya Rabbi...
dikala malam..
yang berselimut tangis pengharapan dan keharuan...
aku bersimpuh kehadirat-Mu..
memohon maghfirah-Mu
mengemis Nur Kasih-Mu...
genggam jiwaku dalam dekapan kasih sayangMu
tuntunlah diriku dengan RidhoMu
hingga ku gapai
cinta dan rinduku padaMu...

Senin, 22 Desember 2008

Allah sentiasa bersama kita....

Errrm,,,
Aku bingung…sebetulnya nak mulai dr mana ceritaku ni..

Skrg aku dah tinggal di kota Padang,,indahnya kota ini,,aku suka dgn pemandangannya, apalagi kemarin masa perjalananku dari Palembang ke Padang,,
ish,,, indahnye,,ada air terjun,, danau singkarak di Solok dll,,ternyata kota Padang ni di kelilingi oleh perbukitan, apalagi waktu pergi jalan2 ke tapi lauik(tepi laut) begitu orang padang menyebutnya,,jalan2 ke pantai,,Subhanallah…aku mengucap syukur,melihat kebesaran Allah, alangkah cantiknya ciptaan Allah ni..

aku berada di kota ini mungkin belum sampai setahun, alhamdulillah juga aku sudah dpt kerja, ternyata di kota Palembang tu susah sangat lah nak cari kerja,, aku ingat betul, kemarin di Palembang aku sudah 20 kali masukkan surat lamaran untuk berkerja,, tetapi tak satupun diterima,,mungkin belum rezeki…^_^

aku percaya Allah telah merancang yang terbaik untukku, mungkin berkat kesabaran,,aku bisa mendapatkan yang terbaik.

Lama juga aku menganggur di sini,,mungkin kira-kira 3 bulan lah, kerana aku sibuk membuat KTP,SKCK dll,, kerana kalau mau melamar pekerjaan haruslah lengkap surat-suratnya,,kalau tak lengkap mana lah mau perusahaan menerima,,

Memang Allah Maha tahu yang terbaik untuk hamba-Nya,,selama menganggur itu,, tak disangka aku bertemu dengan seseorang, kak Elni namanya, alhamdulillah aku mengenal tarbiyah ni dr kak Elni,, dia mengajakku untuk ikut tarbiyah, dialah yang terus memberikan semangat, meskipun awalnya abangku tak mengizinkan aku untuk ikut tarbiyah,,kerana abang takut kalau-kalau ternyata aliran sesat, aku sedih,,dan aku terus bercerita sama kak elni, dia terus memberi nasihat&dorongan,, dia berkata”adik harus sabar, memang untuk menjemput hidayah itu mesti menemui yang namanya rintangan, tapi yakinlah akan pertolongan Allah,banyak yang menemui rintangan seperti ini bahkan lebih berat,, adinda saying kakak yakin adik bisa” itulah kata2nya yang masih tersimpan di handphone ku, sampai sekarang blm aku hapus.
Akhirnya aku tetap berkeras untuk tetap ikut tarbiyah, memang awal-awalnya abang sering bertanya,, apa saja yang kami lakukan selama tarbiyah, aku jawab seadanya, dan kini, alhamdulillah abang sudah menerimanya,

Tetapi…
kadang kala aku sedih melihat saudaraku dirumah, seperti abangku, dia bahkan jarang, sangat jarang untuk sholat, padahal abang adalah kepala keluarga di rumah, masa-masanya hanya dihabiskan di depan televisi, aku belum bisa berbuat apa-apa, untuk sekarang aku hanya bisa menunjukkan melalui sikap dlm kehidupan sehari-hari, aku pun sering membeli buku-buku tentang islam, dan alhamdulillah mereka semuanya mau membacanya,,ya…hanya itulah yang baru bisa aku lakukan.


meskipun aku sendirian tp aku yakin Allah sentiasa bersama kita
Ya Allah berikanlah aku kekuatan..untuk menggapai ridhoMu,
jangan biarkan aku terpengaruh akan lingkungan,,
siramilah aku dengan Nur kasihMu,,

pimpinlah aku kejalanMu yang benar,

Alhamdulillah..
Memang di sebalik kejadian tu pasti lah ada hikmahnya, aku sekarang sdh berubah, bukanlah sri yang dulu lagi,,
Aku sekarang dah pakai jilbab(tudung) labuh pulak…
Semoga tidak hanya perubahan pada penampilan ku sahaja,,tetapi juga berubah dlm sikap dan tingkah laku..
Semuanya hanya kerana Allah semata, aku dipertemukan dengan teman-teman tarbiyah, segala puji bagi Allah, yang telah mewarnai dan melengkapi hidupku, dengan kehadiran teman-teman tarbiyah tak pernah kurasakan kemanisan ukhuwah seperti ini, tak pernah hati ini tersentuh dengan ikatan yang seindah ini, tak mungkin ku perolehi walau seribu tahun, walau kuselami lautan dalam, kalau bukan kerana kehendak-Mu Ilahi…

Minggu, 21 Desember 2008

Alhamdulillah....

hmm,,tak terasa sekarang aku dah tinggal di kota padang,,jauh dari kampung halamanku..
sedihnya tak terkira,meninggalkan orangtua&keluargaku tercinta...
idul fitri&idul adha tahun ini pun kami tdk balik kampung,,
karena thn 2007 kemarin kami sdh pulang,,jd thn ini tdk pulang,,insya Allah idul fitri thn depan kami balik kampung,,dh rindu sangatlah ngan abah&mak di kampung,,
kami balik kampung dlm dua tahun hanya sekali,,kerana jarak dr padang-palembang selama sehari semalam perjalanan,,ongkosnya juga mahal..jd menghemat uang sedikit..hehe

aku dipadang bersama abang yang sudah berkeluarga dan ada juga kakak perempuan yang nomor tiga,,

kami dipadang hanya bertiga saja,,saudara yang lain semuanya dipalembang,,
hmm,,anak rantauan...hehehe

alhamdulillah,,skrg aku jugak dh dpt kerjaan,,setelah dulu menganggur tiga bulan karena blm dpt kerja,,aku kerja di cyiber cafe(warnet),,mungkin sdh hampir lima bulan aku kerja di sini..






Tatapan Penuh Cinta

Sekedar renungan,.
Masihkah tetap membenci bila orang yang menjengkelkan itu tengah tertidurlelap??.....mungkin inilah sumber kekuatan seorang ibu tetap mencintaianak-anaknyanya betapa pun si anak telah 'menyakiti' hati sang ibu......Cobalah dengan memperhatikan pasangan anda yang tengah terlelap dalamdamai........semoga anda memperoleh kekuatan darinya untuk tetapmencintainya sepenuh hati..........!

Tatapan Penuh Cinta
Pernahkah anda menatap orang-orang terdekat anda saat ia sedang tidur?Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka saat sedang tidur. Saat ituyang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisajadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur. Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah anda saat beliau sedang tidur.
Sadarilah, betapa badanyang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya, betapa kerut merut mulaiterpahat di wajahnya. Orang inilah yang tiap hari bekerja keras untukkesejahteraan kita, anak-anaknya. Orang inilah, rela melakukan apa sajaasal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.

Sekarang, beralihlah. Lihatlah ibu anda..
Hmm...kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belaitubuh bayi kita itu kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Oranginilah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Orang inilah yang palingrajin mengingatkan dan mengomeli kita semata-mata karena rasa kasih dan sayang, dan sayangnya, itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu : Ayah, Ibu, Suami, Istri,Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya.
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya. Rasakanlah energi cinta yangmengalir pelan-pelan saat menatap wajah lugu yang terlelap itu. Rasakanlahgetaran cinta yang mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknyapengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan anda.Pengorbanan yang kadang tertutupi oleh kesalah pahaman kecil yang entahkenapa selau saja nampak besar.Secara ajaib Tuhan mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melaluiwajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur. Pengorbanan yang kadangmelelahkan namun enggan mereka ungkapkan.Dan ekspresi wajah ketika tidur pun mengungkap segalanya. Tanpa kata, tanpasuara dia berkata : "betapa lelahnya aku hari ini".

Dan penyebab lelah itu?

Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita. Suami yang bekerjakeras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak,juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-harisuka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuanseketika membuncah jika mengingat itu semua.
Bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka "orang-orangterkasih itu" tak lagi membuka matanya, selamanya .....

diambil dr artikel tentang-pernikahan.com

Minggu, 23 November 2008

" NASIHAT DARI SEORANG TEMAN "

Kemuliaan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauhmana kita menjalani kehidupan yang berkualitas dan bermanfaat bagi orang lain”.
(Barbara Brown Taylor)

“Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran serta dosa kepadamu, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri, pikiran, dan hati kita dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan”.
[Taubat]

“Orang yang tamak dan ingin serba lebih biasanya malah akan kehilangan segalanya”.
[Tamak]

“Bahwa ilmu yang banyak tidak selamanya menjamin keselamatan di dunia ini. Namun ilmu yang sedikit dan bisa diamalkan pada saat yang tepat bila dibutuhkan akan lebih berharga dari pada ilmu yang banyak namun tidak dapat diaplikasikan ketika dibutuhkan. Pelajaran lain adalah janganlah kita menganggap remeh orang lain yang mungkin ilmunya sedikit. Bisa jadi ilmu yang sedikit itu mampu menyelamatkan ia dari bencana”
[Berkah Ilmu]

”Terkadang kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi belajar, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari. Padahal di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita. Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Allah untuk kita. Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas? Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?”.

"Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu."

KELUARGAKU TERSAYANG 2...

Tak terasa waktu terus berjalan, aku sudah lulus SMK,dan orang tuaku masih ada satu tanggungan lagi yaitu adikku yang masih sekolah, keadaan pun sudah berubah, kami sekeluarga juga tidak selalu berkumpul seperti dahulu waktu kami masih anak-anak. Kami sudah berpisah-pisah, aku dan adikku ada di kota Palembang, abang dan kakak perempuanku yang ketiga merantau jauh ke kota Padang, kakak perempuanku yang kedua memang tinggal dikampung yang sama dengan orangtua ku, tapi dia tidak tinggal di rumah orangtuaku, kakakku itu mengontrak rumah, tak terlalu jauh dari rumah abah.
Dan sekarang ibu dan abah tinggal berdua dirumah.

Jarak dari kampung ke kota Palembang cukup jauh, kurang lebih empat jam lamanya perjalanan, aku dan adikku di Palembang tinggal bersama dengan nyai(begitu kami memanggilnya), nyai adalah adik dari nenek kandungku,,
Alhamdulillah kami tidak membayar uang kost, karena nyai tahu kalau abah dan ibu bukanlah oran berada, kami sering membantu-bantu saja,,misalnya adikku setiap pagi tugasnya mencuci mobil, membuang sampah dsb, kalau aku tugasnya memasak, mencuci piring dsb, alhamdulillah keluarga nyai sangat baik kepada kami, yai(suami nyai) pun baik kepada kami, yai sering dipanggil pak Haji oleh teman-temannya, adikku juga tidak jarang di beri uang oleh yai.

Orangtuaku tidak setiap bulan ke Palembang untuk menjenguk kami, kadang-kadang dua bulan sekali, tapi pernah juga sebulan sekali, kalau ke Palembang orang tuaku sering membawa oleh-oleh dari kampung, kami senang sekali kalau abah atau ibu datang ke Palembang, biasanya mereka menginap satu malam di Palembang, kemudian besoknya mereka pulang lagi ke kampung, mereka tidak bisa berlama-lama di kota, karena di kampung banyak sekali pekerjaan yang menunggu mereka, seperti mengurus kebun dsb.

Dalam satu tahun kami hanya dua kali balik kampung, yaitu liburan semester dan lebaran idul fitri, idul adha pun kami tak pernah balik kampung, masalahnya karena ongkos balik kampungnya lumayan besar, jadi untuk mengurangi pengeluaran kami hanya diperbolehkan dua kali dalam setahun balik kampung.

Karena sekarang aku sudah lulus sekolah, aku jadi sering di rumah saja, jarang keluar rumah, setiap hari aku membaca Koran untuk mencari lowongan perkerjaan, sudah banyak sekali aku memasukkan lamaran pekerjaan, mulai dari lowongan kerja di rumah makan, di toko dll, mungkin sudah dua puluh kali aku memasukkan lamaran perkerjaan, sedangkan mengantar lamaran itu tidak gratis, belum biaya ongkosnya, biaya fotocopy surat-surat,dll. Alhamdulillah masa itu aku di beri suatu perkerjaan yaitu jadi babysister cucunya nyai, karena ibunya sering kekampus untuk kuliah jadi aku yang menjaganya, dengan begitu aku bisa mendapatkan uang untuk melamar perkerjaan tadi, masa itu orangtuaku tidak pernah ke Palembang lagi karena orang tuaku di kampung juga sedang kekurangan, kami hanya bertanya khabar melalui sepucuk surat yang dititipkan kepada keluarga yang hendak ke Palembang. Masa itu kami tak ada handphone, jadi satu-satunya cara yaitu dengan sepucuk surat.

Ternyata masa itu orang tuaku sudah tidak bersawah lagi, mereka bilang mereka tak sanggup lagi mengurus sawah, sedangkan mereka sudah semakin tua,jadi mereka hanya mengurus kebun sahaja.

Alhamdulillah masa itu aku sudah lulus sekolah, jadi tidak perlu membayar uang sekolah lagi, sedangkan adikku tidak hanya sekolah, tetapi dia sudah ada perkerjaan, karena yai adalah ketua pengurus mesjid dekat rumah, kebetulan bapak yang biasa membersihkan mesjid itu sudah sangat tua, dan dia tidak sanggup lagi untuk membersihkan mesjid, jadi yai memutuskan kalau adikku saja yang membersihkan mesjid, karena adikku sekolahnya siang jadi kalau pagi-pagi dia membersihkan mesjid, alhamdulillah dengan begitu dia bisa membiayai sekolahnya sendiri, aku bangga dengan adikku itu, kalau lebaran idul fitri dia sering menjadi amil zakat, dan dengan begitu dia juga mendapatkan uang, terkadang dia cerita kalau dia sering di kasih uang sama bapak-bapak yang sering ke mesjid, mungkin bapak itu ingin bersodaqoh kepada adikku itu.



































Sabtu, 22 November 2008

KELUARGAKU TERSAYANG

Aku terlahir dari keluarga yang sederhana, tapi aku bahagia dengan keluargaku,,
Aku adalah anak keempat dari lima bersaudara,anak pertama laki-laki,,abangku itu sekarang sudah berkeluarga dan alhamdulillah sudah dikaruniai dua orang anak,,anak kedua perempuan,,kakakku itupun sudah berkeluarga dan dikaruniai dua orang anak pula,,
Anak ketiga perempuan kakakku yang satu ini belum berkeluarga,dia kerja di sebuah rumah sakit bersalin di Padang,,dan anak kelima adalah laki-laki,,adikku yang satu ini sedang belajar di salah satu SMK di Palembang dan dia sudah berada di tingkat 3 dan tahun depan insya Allah lulus SMA.

Aku adalah penduduk asli orang Palembang(sumatera selatan) orang tuaku juga dua-duanya asli orang Palembang,,
Aku bahagia sekali diberikan Allah orang tua seperti mereka,susah payah mereka menyekolahkan anak-anaknya,usaha mereka mulai dari bersawah, kemudian berjualan baju kecil-kecilan,dan sekarang mereka berkebun,,

Alhamdulillah kami semua bisa sekolah sampai SMA berkat jerih payah kedua orang tuaku.

Dulu waktu kami masih anak-anak, aku ingat sekali waktu kami masih SD, waktu itu abah dan emak bersawah, sawah itu milik orang lain,,tetapi orang tuaku yang mengolahnya dan kalau panen padi hasilnya dibagi dengan pemilik sawah tersebut, meskipun begitu keluarga kami sangat bahagia, aku dan kakak-kakaku sekolah dari sawah menuju ke kampung,,jaraknya cukup jauh mungkin berjalan kira-kira 20 menit sudah sampai ke kampung,,tidak jarang kalau musim hujan, aku sering terpeleset karena jalanan jadi licin,,masalahnya jalan di kampung kami belum ada aspal, listrik pun sampai sekarang belum masuk ke kampung kami.

Orang tuaku bukanlah seorang pegawai perusahaan ataupun pegawai negeri, orang tuaku hanyalah seorang petani, dulu abah pernah kerja menjadi seorang pencari kayu untuk di jual ke kota, abah lama sekali pulangnya karena abah menginap di hutan bersama dengan teman-temannya, kadang abah baru pulang 30 hari,,kalau abah pulang sering membawa oleh-oleh,,

Ibuku selain membantu abah bertani, ibu juga berjualan pakaian kecil-kecilan,,setiap hari jum’at ibuku berkeliling kampung untuk menjajakan dagangannya. Ibu pun kalau pulang berdagang sering membawakan kami makanan, makanya hari jum’at itu sering kami tunggu-tunggu, karena selain dibelikan makanan kami juga sering di beri uang Rp 500,/ orang,,maklum masa itu Indonesia belum dilanda KRISIS MONETER, jadi uang Rp 500 itu sangat berarti bagi kami.

Dari usaha abah berjualan kayu itu kami bisa sekolah, sedangkan tidak mungkin untuk mengharapkan hasil panen padi, karena tidak setiap bulan panen padi, tidak seperti pejabat-pejabat yang mendapatkan uang setiap bulannya.

Sampai suatu masa abah berhenti dari pekerjaanya menjual kayu, karena di Indonesia sudah ada Undang-Undang yang melarang penebangan hutan sembarangan, sudah banyak orang-orang yang tertangkap karena mereka ketahuan menjual kayu ilegal, alhamdulillah abah tak apa-apa,,

Semenjak abah tidak menjual kayu lagi, hidup kami mulai mengalami kesulitan ekonomi,
Alhamdulillah Allah masih memberikan rizky kepada keluarga kami, yaitu ibuku masih bisa melanjutkan usahanya menjual pakaian, abah juga mempunyai pekerjaan baru,,yaitu menjadi seorang pencari ikan, tetapi kadang-kadang kalau lagi tidak musim ikan, abahku pun pindah prifesi, kadang membantu orang untuk membangun rumah, kadang membantu orang membersihkan rumput dikebunnya, dan dengan begitu hidup kami pun bisa tercukupi, alhamdulillah aku di beri Allah seorang abah yang baik, abah yang tidak pantang menyerah, dan tidak mudah berputus asa. Aku bangga sekali dengan abahku, dia tidak pernah memandang sebuah pekerjaan, meskipun betapa payahnya pekerjaan itu, dia tidak peduli, satu lagi yang membuat aku bangga dengan abahku, dia bukanlah seorang lelaki yang pemalu, pemalu disini maksudnya bukan apa-apa,,abahku itu tak pernah malu membawa oleh-oleh dari kampung kekota, misalnya ayam kampung, pisang dll,, abahku bukan seorang yang suka gengsi,,abahku orang yang jujur,,

Ya Allah hamba bersyukur telah Engkau berikan orang tua yang baik,,

bersambung ya......