Minggu, 15 Maret 2009

Cinta Itu...

cinta itu...banyak orang bilang bahwa cinta itu butuh pengorbanan
bahwa cinta itu butuh pembuktian
cinta itu rasa yang paling unik dalam diri manusia
tidak ada yang tahu kapan cinta itu datang dan kapan cinta itu pergi
bahkan terkadang kita tidak pernah tahu apakah ini yang dinamakan cintasampai kita tersadar saat disebut nama dia
dada kita terasa berdesir tak karuan kita begitu tertarik setiap ada yang menceritakannya begitu bersemangat menceritakan kebaikan2nya
ada rasa cemburu bergejolak saat ada orang lain mencintainya
bahkan patah hati kala cinta bertepuk sebelah tangan

cinta yang seperti ini kurasa saat aku menginjakkan kakiku di SMU
sebetulnya rasa seperti itu sudah ada saat ku masih bau kencur
tapi belum mendalam seperti saat seragam abu2 melekat ditubuhku
ya ...

cinta memang begitu indah
tapi kata seorang teman
kadang cinta itu mengecewakan

tapi aku harus bersyukur
sampai kini tak dikecewakan
bukan karena aku kege-eran
tapi begitulah kenyataannya
dan betul rasa cinta itu butuh pengorbanan

cinta itu memang benar abstrak
bahkan rasa itu semakin kuat
meski tak bersua meski tak berjumpa

aku katakan pada temanku
saat hidayah itu datang
saat aku berkumpul dengan orang2 sholeh dan sholehah itu
cinta itu makin kuat

ingin rasanya menangis karena rindu yang begitu hebat
kukatakan lagi pada temanku itu
bahwa cinta yang ini beda
cinta ini tak pernah mengecewakan

ingin semakin kubesarkan rasa cinta ini
sebesar rasa cinta Ali sampai rela menggantikan menjemput kematian
sebesar rasa cinta Abu Bakar , rela digigit demi yang dicintai tenang
sebesar rasa cinta Mush'ab bin Umair , yang rela memasang badan
agar yang dicintai tak terluka pada perang uhud

saat mush'ab memegang arroya sebagai pemimpin perang
saat alliwa menunggu arroya pulang dengan kemenangan
mushab yang baik , begitu ia dijuluki
rela kedua tangannya terpotong

cinta itu cinta pada engkau ya Rasul Alloh
Kekasih Alloh
teladan tiada tara , pribadi yang luar biasa
guru terbaik sepanjang masa
Muhammad SAW ..

Rabu, 25 Februari 2009

Rahasia di balik sakit.....



Hidup ini tidak lepas dari cobaan dan ujian, bahkan cobaan dan ujian merupakan sunatullah dalam kehidupan.
Manusia akan diuji dalam kehidupannya baik dengan perkara yang tidak disukainya atau bisa pula pada perkara yang menyenangkannya.
Allah
ta’ala berfirman yang artinya, “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan mengujimu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya) . Dan hanya kepada Kami-lah kamu dikembalikan.” (QS. al-Anbiyaa’: 35). Sahabat Ibnu ‘Abbas -yang diberi keluasan ilmu dalam tafsir al-Qur’an- menafsirkan ayat ini: “Kami akan menguji kalian dengan kesulitan dan kesenangan, kesehatan dan penyakit, kekayaan dan kefakiran, halal dan haram, ketaatan dan kemaksiatan, petunjuk dan kesesatan.” (Tafsir Ibnu Jarir). Dari ayat ini, kita tahu bahwa berbagai macam penyakit juga merupakan bagian dari cobaan Allah yang diberikan kepada hamba-Nya. Namun di balik cobaan ini, terdapat berbagai rahasia/hikmah yang tidak dapat di nalar oleh akal manusia.

Sakit menjadi kebaikan bagi seorang muslim jika dia bersabar

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya semua urusannya merupakan kebaikan, dan hal ini tidak terjadi kecuali bagi orang mukmin. Jika dia mendapat kegembiraan, maka dia bersyukur dan itu merupakan kebaikan baginya, dan jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan ini merupakan kebaikan baginya. (HR. Muslim)


Sakit akan menghapuskan dosa

Ketahuilah wahai saudaraku, penyakit merupakan sebab pengampunan atas kesalahan-kesalahan yang pernah engkau lakukan dengan hati, pendengaran, penglihatan, lisan dan dengan seluruh anggota tubuhmu. Terkadang penyakit itu juga merupakan hukuman dari dosa yang pernah dilakukan. Sebagaimana firman Allah ta’ala, “Dan apa saja musibah yang menimpamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan mu).” (QS. asy-Syuura: 30). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya. (HR. Muslim)

Sakit akan Membawa Keselamatan dari api neraka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya,” Janganlah kamu mencaci maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan mengahapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi. (HR. Muslim)

Oleh karena itu, tidak boleh bagi seorang mukmin mencaci maki penyakit yang dideritanya, menggerutu, apalagi sampai berburuk sangka pada Allah dengan musibah sakit yang dideritanya. Bergembiralah wahai saudaraku, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api Neraka.” (HR. Al Bazzar, shohih)

Sakit akan mengingatkan hamba atas kelalaiannya

Wahai saudaraku, sesungguhnya di balik penyakit dan musibah akan mengembalikan seorang hamba yang tadinya jauh dari mengingat Allah agar kembali kepada-Nya. Biasanya seseorang yang dalam keadaan sehat wal ‘afiat suka tenggelam dalam perbuatan maksiat dan mengikuti hawa nafsunya, dia sibuk dengan urusan dunia dan melalaikan Rabb-nya. Oleh karena itu, jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah, dia baru merasakan kelemahan, kehinaan, dan ketidakmampuan di hadapan Rabb-Nya. Dia menjadi ingat atas kelalaiannya selama ini, sehingga ia kembali pada Allah dengan penyesalan dan kepasrahan diri. Allah ta’ala berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (para rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri. (QS. al-An’am: 42) yaitu supaya mereka mau tunduk kepada-Ku, memurnikan ibadah kepada-Ku, dan hanya mencintai-Ku, bukan mencintai selain-Ku, dengan cara taat dan pasrah kepada-Ku. (Tafsir Ibnu Jarir)

Terdapat hikmah yang banyak di balik berbagai musibah

Wahai saudaraku, ketahuilah di balik cobaan berupa penyakit dan berbagai kesulitan lainnya, sesungguhnya di balik itu semua terdapat hikmah yang sangat banyak. Maka perhatikanlah saudaraku nasehat Ibnul Qoyyim rahimahullah berikut ini: “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah (yang dapat kita gali, -ed). Namun akal kita sangatlah terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia di bawah sinar matahari.” (Lihat Do’a dan Wirid, Yazid bin Abdul Qodir Jawas)

Ingatlah saudaraku, cobaan dan penyakit merupakan tanda kecintaan Allah kepada hamba-Nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ta’ala jika mencintai suatu kaum, maka Dia akan memberi mereka cobaan.” (HR. Tirmidzi, shohih). Ya Allah, anugerahkanlah kepada kami keyakinan dan kesabaran yang akan meringankan segala musibah dunia ini. Amin.

Senin, 23 Februari 2009

ayah...ibu....aku merindukan kalian...

segala puji bagi Allah...
yang telah memberikan kemudahan dalam hidup ini...
alhamdulillah...
zaman skrg memang sdh sngt canggih..
pagi tadi dh bicara dgn ibu dan ayah di kampung...
bertanya khabar...

bahagia sngt dah dengar suara mereka...
dengar tawa mereka...
dengarkan nasihat2 dari mereka...
mereka sngt rindukan kami...
kami pun jg sngt merindukan mereka..

hmm...
maafkan ana ayah...
maafkan ana ibu...
ana tak bisa selalu berada dekat dgn kalian...
walaupun ana jauh dari kalian...
do'aku tidak akan pernah lupa menyertai kalian...
dan...
kami hanya bisa menghubungi kalian lewat telephone...

Ya Allah...
aku sangat menyayangi mereka..
jagalah ayah dan ibuku...
ampunilah dosa mereka...
sayangi mereka...
seperti mereka menyayangi aku dari kecil hingga dewasa..

dulu..
sewaktu aku masih kecil..
aku suka sekali memegang tangan ayah..
tangan yang kekar inilah yg membesarkan aku..
tapi..
sekarang tangan itu tak kekar lagi..
tangan itu sdh semakin keriput..
karena usia yang semakin tua...

ayah dan ibuku...
kalian adalah pahlawanku...
begitu banyak pengorbanan kalian untukku...
tak bisa aku membalas semua jasamu...

saudaraku...
sudahkah hari ini kamu berbicara dgn orangtuamu??
sdh kah kamu bertanyakan tentang khabar mereka??

ingatlah..
sebenarnya mereka tak mengaharapkan apa2 dari kita...
mereka hanya ingin kita peduli dengan keadaan mereka..
mereka ingin melihat..
sebesar apa rasa cinta dan kasih kita kepada mereka...

saudaraku...
seandainya kita jauh dari mereka...
sering2lah telpon mereka..
jadilah anak yang berbakti kepada ibu bapak...
insya Allah...

ayah...ibu....
aku merindukanmu....

Jumat, 20 Februari 2009

ghadzul bashor...

bismillah...

Menahan pandangan merupakan salah satu ilmu dari ghadzul bashor, yaitu menahan pandangan dari yang haram-haram. Seperti riwayat Nabi Muhammad, bahwa dulu Nabi Muhammad memalingkan wajah Imam Ali ketika melihat wanita cantik


Ada beberapa cara untuk menahan pandangan:

1. Meningkatkan ketaqwaan. JIka taqwa sudah didalam dada, maka InsyaAllah segalanya jadi mudah. Menahan pandangan adalah perkara yang diperintahkan oleh Allah (QS An Nur 30-31). Dari 'Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata : Rasulullah bersabda, "Malulah kepada Allah dengan sebenar benarnya." kami berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya kami benar benar merasa malu, alhamdulillah. " Beliau bersabda, 'Bukan itu yang dimaksudkan. Akan tetapi yang disebut dengan malu kepada Allah dengan sebenar benarnya adalah engkau menjaga kepada (mata) dan segala apa yang disaksikannya; menjaga perut dan segala apa yang masuk kedalamnya; dan mengingat kematian beserta siksaan yang akan menimpanya. Barangsiapa yang menginginkan (kehidupan) akhirat, maka tinggalkanlah perhiasan dunia. Dan barangsiapa yang melakukan semua itu berarti ia telah merasa malu.

2. Mengetahui manfaat menahan pandangan dan mudharat tidak menahan pandangan.


Diantara manfaat dari menahan pandangan adalah> Menahan pandangan akan menetramkan hati. ketika seorang hamba menahan pandangannya maka hati akan turut menahan syahwat serta keinginannya seperti firman Allah di surat AnNur 30 :" Katakanlah kepada laki laki yang beriman: 'Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka," Menahan pandangan akan membuat hati bercahaya dan bersinar yang kelak akan terlihat pada mata, wajah dan seluruh tubuhnya. selain itu akan menjernihkan firasat karena firasat itu berasal dari cahaya hati dan buahnya. Jika hati bersinar maka firasatnya akan tajam.

Selain itu, tidak menahan pandangan akan membuat hati gelisah, melunturkan hafalan, menyibukkan hati, mendatangkan kegundahan hati dan kegelisahan. .

3. Memalingkan pandangan jika tidak sengaja memandang. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah "Wahai 'Ali, janganlah engkau ikuti pandangan (pertama) dengan pandangan (berikutnya) . Karena pandangan pertama itu bagimu, sedangkan yang kedua tidak halal bagimu." Shohih Sunan Abi Dawud. Janganlah berlebih lebihan memalingkan pandangan sehingga membuat tersinggung seorang wanita.

4. Menyibukkan diri dengan hal hal yang bermanfaat seperti menuntut ilmu syar'i, menghafal AlQur'an

5. Menikah. Rasulullah shalallahu 'alaihi wasalam bersabda : Wahai pemuda, barangsiapa diantara kalian yang sudah memiliki ba'ah (kemampuan) hendaknya ia menikah. Sesungguhnya yang demikian itu lebih dapat memelihara pandangan mata dan kemaluan" (HR Bukhari - Muslim)

6. Berdo'a memohon pertolongan kepada Allah dengan ikhlas, mengharap ganjaran hanya dari Allah,

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata : Sesungguhnya apabila hati telah merasakan manisnya ibadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya maka tidak ada yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik darinya..




jaga hati, jaga pandangan...
keep istiqomah..

Minggu, 08 Februari 2009

salam....

maaf teman2...
sdh lama x pernah menulis lg kat blog ni..
sibuk sangat lah...
sibuk belajar nak ikut seleksi penerimaan mahasiswa baru(SPMB)
ujiannya mungkin bulan juni..

mudah2an bs lulus seleksi,,,
tolong doanya yerr..
smoga Allah permudahkan semua urusan kite..

Allah sentiasa bersama dgn kite..
yang penting adalah usaha dan doa,,
selebihnye kite serahkan je dgn Allah...

ukhuwah fillah...


Dapatkan CuteComment di SahabatMusleem.blogspot

Senin, 19 Januari 2009

Qiyamul Lail (Shalat Malam)

Qiyamul Lail (Shalat Malam)
Allah Ta’aala berfirman:
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam; dan diakhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”
(QS. Azd-Dzariyaat: 17-18)

Ayat ini berkaitan dengan sifat orang-orang muhsinin (yang baik).
Ibn ‘Abbas –Radhiallahu ‘Anhuma mengatakan: “Tiadalah berlalu malam atas mereka melainkan pasti mereka mengambil sebagiannya (untuk shalat malam).”
Allah Ta’aala berfirman pula tentang sifat ibadur-Rahman: “ Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka (Shalat malam).”
(QS. Al-Furqan: 64)

Allah Ta’aala berfirman:
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya (untuk shalat malam), sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang kami berikan kepada mereka. Seorangpun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. As-Sajdah: 16-17)

Tatkala mereka menyembunyikan amal ibadah mereka dan tertutup oleh kegelapan malam maka Allah-pun menyembunyikan pahala bagi mereka.
Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.”
(HR. Muslim dan lain-lain).

Dalam hadits yang lain disebutkan kepada Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam seseorang yang tidur sepanjang malam sampai subuh lalu beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:
“Dia adalah seorang yang kedua telinganya dikencingi Syetan.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Syetan membuat tiga ikatan pada tengkuk salah seorang dari kalian ketika ia tidur. Ia pukulkan pada tiap ikatan itu ucapan “Malam masih panjang, tidur lagi sajalah!” Jika ia bangun dan berzdikir kepada Allah, lepaslah satu ikatan. Jika dilanjutkan dengan berwudhu , terurailah ikatan yang kedua. Dan jika ia shalat, maka lepaslah ikatan yang ketiga. Maka pagi harinyapun ia bersemangat dan baik kondisi jiwanya. Sebaliknya jika tidak, iapun jadi malas dan buruk kondisi jiwanya.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula: “Posisi Rabb (Allah) yang paling dekat dengan hambanya adalah dipenghujung malam, jika anda mampu untuk berzdikir kepada Allah pada saat itu maka lakukanlah.”
(HR. At-Tirmidzi, Ibn Huzaimah dll dengan sanad shahih)

Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“ Rabb (Tuhan) kami yang Maha Suci lagi Maha Tinggi turun kelangit dunia tiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir seraya berkata: “Siapa berdo’a kepada-Ku pasti Aku kabulkan, siapa meminta kepada-Ku pasti Aku beri dan siapa memohon ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni ia.”
(HR. Bukhari – Muslim)

Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda pula:
“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam lalu penyeru-pun menyeru: “Apakah ada orang berdo’a, pasti dikabulkan do’anya. Apakah ada orang meminta, pasti diberi permintaannya. Dan apakah ada orang yang sumpek (banyak problem), pasti dihilangkan darinya. Maka tidaklah seorang muslimpun yang berdo’a saat itu melainkan pasti Allah mengabulkannya kecuali zaniah (pelacur yang belum bertaubat) dan ‘Asysyaar (Seorang yang mengambil harta manusia dengan cara bathil).”
(Hadits shahih diriwayatkan at-Tabhrani)

Dari aisyah –Radhiallahu ‘Anha berkata: “Bahwasannya Rasulullah –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam shalat malam sampai pecah-pecah (bengkak) kedua kakinya, lalu akupun berkata kepada Beliau: “Mengapa Anda lakukan ini wahai Rasulullah, padahal telah diampuni dosa anda yang lalu dan yang akan datang?” Beliau –Shallallaahu ‘Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda: “Tidakkah sepatutnya aku menjadi hamba yang bersyukur”.
(HR. Bukhari – Muslim)
Bahwasannya sahabat Abdullah Ibn Mas’ud –Radhiallahu ‘Anhu apabila telah datang malam dan semua mata telah terlelap beliau bangun dan terdengarlah dengungan suaranya seperti dengungan lebah, sampai menjelang subuh.

Al-Hasan al-Bashri –Rahimahullah ditanya: “Mengapa orang-orang yang rajin bertahajjud itu wajah mereka berseri-seri?” beliau menjawab: “Sebab mereka menyendiri bersama ar-Rahman, lalu Dia pakaikan pada mereka seberkas cahaya dari cahaya-Nya.”

Al Hasan –Rahimahullah berujar: “Seseorang melakukan suatu dosa, maka iapun terhalang dari qiyamullail.”
Seseorang bertanya kepada orang shaleh, Aku tidak dapat bangun malam. Tunjukkan padaku obatnya! Orang shaleh itupun menjawab: “Janganlah kamu bermaksiat kepada-Nya (Allah) disiang hari, pasti Dia akan membangunkanmu di Malam hari.”
Sufyan Ats-Tsauri –Rahimahullah bercerita aku benar-benar terhalangi dari qiyamullail selama lima bulan gara-gara satu dosa yang aku lakukan.

Abu Sulaiman –Rahimahullah bertutur: Kelezatan malam yang dirasakan oleh orang yang rajin shalat malam itu lebih besar daripada kelezatan lahwun (perbuatan sia-sia) yang dirasakan oleh ahlinya. Sungguh jika tidak ada malam aku tidak ingin berlama-lama tinggal didunia ini.”

Ibn al-Munkadir –Rahimahullah berujar: “Kelezatan dunia ini tinggal tersisa tiga perkara: qiyamul lail, berjumpa dengan akhwat (teman-teman yang shaleh), dan shalat berjama’ah.”

Selasa, 13 Januari 2009

SAVE PALESTINE....

Bismillaahirrahmaan irrahiim…
Alhamdulillaahi –l Khaaliqil kauni wa maa fiih, wa jaami’in naasi li yaumin laa raiba fiih. Asyahadu an laa ilaaha illallaah, wa anna Muhammadan rasuulullaah… wa ba’d…


Perhatian dunia dalam beberapa hari ini tertuju pada Jalur Gaza. Invasi tentara Yahudi ke Gaza menelan banyak korban terutama wanita dan anak-anak. Korban luka-luka semakin memperbanyak deretan korban meninggal dunia. Dunia pun merespon dengan berbagai macam aksi.
Di antara aksi sebagai bentuk kepedulian atas musibah yang menimpa kaum muslimin di Palestina itu adalah aksi berupa bantuan kemanusiaan. Yang paling menonjol dalam hal bantuan tersebut adalah Saudi Arabia, di bawah pimpinan Raja Abdullah bin Abdul Aziz –ayyadahullah-. Ini bukan klaim tanpa bukti. Sebagai contoh: Program “Donasi Untuk Palestina” digencarkan, walaupun sudah sejak lama dicanangkan. Rumah-rumah sakit ternama di pusat kerajaan Saudi difokuskan untuk menangani korban luka-luka akibat serangan kaum Yahudi tersebut. Bantuan berupa makanan, pakaian dan obat-obatan juga terus mengalir sampai tulisan ini diturunkan. Kalangan ulama pun tidak tinggal diam. Baik perseorangan maupun lembaga/organisasi. Syeikh Abdul Aziz Alu Syeikh dan Syeikh Abdurrahman As Sudais mengecam dengan keras aksi serangan tersebut dalam khutbah jum’at mereka. Mereka dan umumnya para khatib di Saudi tidak lupa mendo’akan kaum muslimin Palestina secara khusus. Lajnah Daa’imah juga mengeluarkan pernyataan dalam menyikapi tragedi di Jalur Gaza tersebut. Dan masih banyak lagi bentuk bantuan baik materi maupun moril/spirit.
Namun ada segelintir orang menutup mata dengan kenyataan ini dan berkomentar, “Saudi Arabia adalah negara yang takut dengan Amerika dan kurang memberikan bantuan yang konkrit kepada kaum muslimin di Palestina.” atau kalimat yang semisalnya.
Terhadap siapa saja yang berkomentar seperti di atas, saya katakan:
Apakah maksud Anda dengan kata ‘konkrit’ bahwa Anda menginginkan agar Pemerintah Saudi mengirimkan tentaranya ke Palestina untuk menghantam pasukan Israel? Baiklah jika memang demikian, apakah Amerika akan tinggal diam? Padahal Allah berfirman (yang artinya), “…dan janganlah kalian menjatuhkan diri-diri kalian dalam kebinasaan…” (Qs. Al Baqarah: 195)
Taruhlah seperti apa yang Anda inginkan bahkan lebih dari itu -semua pemerintah negara muslim mengizinkan rakyatnya untuk berjihad ke palestina dan saya berhusnudzdzan Anda akan ikut serta di dalamnya-, maka Anda akan berjihad di bawah bendera siapa di Palestina? Di bawah bendera HAMAS kah? Atau berspandukkan AL FATH? Atau barangkali di bawah komando Jihad Islami Palestina (JIP)? Atau Anda memimpin laskar jihad yang Anda buat sendiri? Tahukah Anda bahwa jihad bukan hanya perkara mengucapkan dan meneriakkan, “…’Isy kariiman… aw Mut syahiidan…” (Hiduplah dalam kemuliaan atau matilah sebagai syahid)? Namun jihad membutuhkan seorang imam dan tandhim (taktik dan siasat perang). Dan yang lebih penting lagi, apakah Anda yakin bahwa masing-masing front/partai/ hizb itu berperang untuk meninggikan kalimat Laa ilaaha illallaah? Qul Haatu burhaanakum in kuntum shaadiqiin.
Jika Anda mengatakan, “Kaum muslimin harus berada dalam satu barisan dalam menghadapi dan menyikapi Yahudi.”, maka saya tidak berbeda pendapat dengan Anda. Bahkan tidak ada dua orang muslim yang berselisih pendapat tentangnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya (yang artinya): “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Qs. Ash Shaff: 4)
Namun bagaimana Anda bisa mempersatukan barisan kaum muslimin untuk berjihad, sedangkan di tengah-tengah mereka masih banyak kaum muslimin yang menyembah kuburan, menghambakan diri kepada dukun (dengan mematuhi persyaratannya atau menjalankan lelaku walaupun bertentangan dengan syari’at), paranormal (dengan membenarkan berita gaib yang sampai kepadanya), dan tukang pelet? Bagaimana pula halnya kalau kaum muslimin yang terjun di medan jihad, banyak di antara mereka yang memakai jimat, atau membaca mantera-mantera yang telah dirajah oleh mbah-mbah dukun supaya kebal senjata api dan agar tidak terdeteksi oleh radar?!
Bagaimana Anda akan mempersatukan kaum muslimin dalam rangka
jihad, kalau segolongan di antara mereka tidak akan berangkat perang sebelum melakukan thawaf (mengelilingi) kuburan seseorang yang dianggap wali? Atau bagaimana pula jika segolongan yang lain tidak akan berperang kalau yang menjadi imam bukan dari golongannya? Atau bagaimana kaum muslimin akan bersatu padu dalam medan jihad, kalau mereka ketika dikumandangkan seruan azan “Mari mencapai kemenangan…” 2x bermalas-malasan mendatangi masjid (terutama waktu fajr/shubuh) ?
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pondasi segala sesuatu adalah Al Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad.” (HR. At Tirmidzi, Hasan Shahih). Al Islam itu sendiri adalah istislam (berserah diri) kepada Allah dengan mentauhidkanNya, dan inqiyaad (patuh) dengan mentaatiNya, dan baraa’ah (berlepas diri) dari kesyirikan dan pelakunya. Berdasarkan hadits ini, kaum muslimin tidak akan berhasil menggapai puncak kejayaan, jikalau pondasi dan tiangnya keropos.
Jika Anda bersikap adil, mengapa Anda hanya menggugat Saudi Arabia? Bukankah negara yang berbatasan dengan Palestina adalah Mesir, Yordania, Libanon serta Syiria? Seharusnya negara-negara tersebut yang paling mudah untuk mengirim pasukan-pasukannya mengepung dan meremukkan artileri dan infanteri Yahudi. Namun pertanyaan politis yang harus Anda jawab terlebih dahulu adalah: Apakah negara-negara Arab yang disebutkan terakhir (sebagai misal saja) politik luar negerinya merupakan politik anti Amerika???
Dalam lingkup yang lebih sempit, idealnya negara-negara Arab seharusnya bersatu dalam menyikapi tragedi berdarah tersebut. Namun, kenyataannya tidak seperti yang diharapkan. Buktinya salah satu negara yang berbatasan dengan Jalur Gaza menilai Hamas lah yang menyebabkan tragedi berdarah di kota yang berhadapan dengan laut Mediterrania (Al Bahru -l Mutawassith) itu. Sedangkan Saudi Arabia dan beberapa negara arab lainnya menilai Israel telah melakukan sesuatu yang tidak berprikemanusiaan. Lihatlah! Sesama negara Arab berbeda pandangan dan sikap. Dan yang demikian itu bukanlah hal yang baru. Telah terjadi jauh sebelumnya pengkhianatan di kalangan negara Arab dalam menghadapi Israel pada tahun 1967 dalam perang yang dikenal sejarah sebagai Perang Enam Hari. Berbeda halnya dengan yang terjadi pada tahun 1973, di mana bangsa Arab bersatu padu di bawah komando Raja Faisal bin Abdul Aziz –rahimahullah- akhirnya berhasil memukul mundur dan mengusir Israel keluar dari Sainaa’.
Oleh karena itu bersikaplah adil dan bijaksana dalam menilai segala sesuatu. Jangan sembarangan menuduh tanpa bukti dan fakta. Mengapa kita disibukkan dengan menilai dan mensifati orang lain dan lalai menilai diri kita sendiri? Mengapa kita tidak berlomba-lomba melebihi Saudi Arabia dalam membantu korban kedzaliman Yahudi tersebut? Silahkan saja bandingkan antara Saudi Arabia dengan negara mana saja dalam hal donasi untuk Program Peduli Palestina.
Akhirnya, mari kita mendo’akan kaum muslimin yang muwahhid yang menjadi korban kedzaliman tentara Yahudi di Jalur Gaza khususnya, dan Palestina umumnya, agar mendapatkan syahadah fii sabiilillah dan semoga kita dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiiqiin, para syuhada’ dan orang-orang shalih.


Washallallaahu ‘alaa nabiyyinaa Muhammad, wa aakhiru da’waanaa anil hamdulillaahi rabbil ‘aalamiin.

Selasa, 30 Desember 2008

Nama Hijrah...^_^

salam,,
bismillah..
teman2 semua,,mulai sekarang ana punya sebuah nama hijrah,,
kerana nama merupakan do'a,,betul x??

ana bukannya x menghargai nama pemberian dari orangtua ana,,
justru ana sangat menghargai pemberian orangtua ana,,

sebenarnya ana x tahu apa arti nama ana sendiri,,
hmm,,jd ana putuskan untuk mempunyai nama hijrah,
ana tak mengganti nama ana koq,,
cuma ana lebih senang seandainya teman-teman panggil ana dengan nama hijrah ana itu,,

ana sangat senag sekali kalau teman2 panggil ana dengan nama HAFIZAH,
hmm,, ana senang dengan nama itu kerana Makna "hafizah" di sini bermakna "haafizh", yaitu orang orang yang menjaga(melaksanakan) perintah perintah Allah atau orang orang yang menjaga dirib dari dosa-dosanya dengan selalu bertaubat kepada Allah.

syukron, untuk teman2 semuanya...


Rabu, 24 Desember 2008

Suara Hati Seorang Hamba

Ya Allah...
ku mohon tetapkan hatiku
istiqomah di jalan-Mu...
Ya Allah...
biarkan hati ini menangis
karena mengingat-Mu
biarkan jiwa ini menjerit
karena tumpukan dosa
yang menggunung tinggi...
Ya Allah...
aku malu menghadapkan
wajah ini pada-Mu...
diri yang penuh dengan linangan dosa
yang tak terhitung lagi jumlahnya..
Ya Rabbi...
dikala malam..
yang berselimut tangis pengharapan dan keharuan...
aku bersimpuh kehadirat-Mu..
memohon maghfirah-Mu
mengemis Nur Kasih-Mu...
genggam jiwaku dalam dekapan kasih sayangMu
tuntunlah diriku dengan RidhoMu
hingga ku gapai
cinta dan rinduku padaMu...

Senin, 22 Desember 2008

Allah sentiasa bersama kita....

Errrm,,,
Aku bingung…sebetulnya nak mulai dr mana ceritaku ni..

Skrg aku dah tinggal di kota Padang,,indahnya kota ini,,aku suka dgn pemandangannya, apalagi kemarin masa perjalananku dari Palembang ke Padang,,
ish,,, indahnye,,ada air terjun,, danau singkarak di Solok dll,,ternyata kota Padang ni di kelilingi oleh perbukitan, apalagi waktu pergi jalan2 ke tapi lauik(tepi laut) begitu orang padang menyebutnya,,jalan2 ke pantai,,Subhanallah…aku mengucap syukur,melihat kebesaran Allah, alangkah cantiknya ciptaan Allah ni..

aku berada di kota ini mungkin belum sampai setahun, alhamdulillah juga aku sudah dpt kerja, ternyata di kota Palembang tu susah sangat lah nak cari kerja,, aku ingat betul, kemarin di Palembang aku sudah 20 kali masukkan surat lamaran untuk berkerja,, tetapi tak satupun diterima,,mungkin belum rezeki…^_^

aku percaya Allah telah merancang yang terbaik untukku, mungkin berkat kesabaran,,aku bisa mendapatkan yang terbaik.

Lama juga aku menganggur di sini,,mungkin kira-kira 3 bulan lah, kerana aku sibuk membuat KTP,SKCK dll,, kerana kalau mau melamar pekerjaan haruslah lengkap surat-suratnya,,kalau tak lengkap mana lah mau perusahaan menerima,,

Memang Allah Maha tahu yang terbaik untuk hamba-Nya,,selama menganggur itu,, tak disangka aku bertemu dengan seseorang, kak Elni namanya, alhamdulillah aku mengenal tarbiyah ni dr kak Elni,, dia mengajakku untuk ikut tarbiyah, dialah yang terus memberikan semangat, meskipun awalnya abangku tak mengizinkan aku untuk ikut tarbiyah,,kerana abang takut kalau-kalau ternyata aliran sesat, aku sedih,,dan aku terus bercerita sama kak elni, dia terus memberi nasihat&dorongan,, dia berkata”adik harus sabar, memang untuk menjemput hidayah itu mesti menemui yang namanya rintangan, tapi yakinlah akan pertolongan Allah,banyak yang menemui rintangan seperti ini bahkan lebih berat,, adinda saying kakak yakin adik bisa” itulah kata2nya yang masih tersimpan di handphone ku, sampai sekarang blm aku hapus.
Akhirnya aku tetap berkeras untuk tetap ikut tarbiyah, memang awal-awalnya abang sering bertanya,, apa saja yang kami lakukan selama tarbiyah, aku jawab seadanya, dan kini, alhamdulillah abang sudah menerimanya,

Tetapi…
kadang kala aku sedih melihat saudaraku dirumah, seperti abangku, dia bahkan jarang, sangat jarang untuk sholat, padahal abang adalah kepala keluarga di rumah, masa-masanya hanya dihabiskan di depan televisi, aku belum bisa berbuat apa-apa, untuk sekarang aku hanya bisa menunjukkan melalui sikap dlm kehidupan sehari-hari, aku pun sering membeli buku-buku tentang islam, dan alhamdulillah mereka semuanya mau membacanya,,ya…hanya itulah yang baru bisa aku lakukan.


meskipun aku sendirian tp aku yakin Allah sentiasa bersama kita
Ya Allah berikanlah aku kekuatan..untuk menggapai ridhoMu,
jangan biarkan aku terpengaruh akan lingkungan,,
siramilah aku dengan Nur kasihMu,,

pimpinlah aku kejalanMu yang benar,

Alhamdulillah..
Memang di sebalik kejadian tu pasti lah ada hikmahnya, aku sekarang sdh berubah, bukanlah sri yang dulu lagi,,
Aku sekarang dah pakai jilbab(tudung) labuh pulak…
Semoga tidak hanya perubahan pada penampilan ku sahaja,,tetapi juga berubah dlm sikap dan tingkah laku..
Semuanya hanya kerana Allah semata, aku dipertemukan dengan teman-teman tarbiyah, segala puji bagi Allah, yang telah mewarnai dan melengkapi hidupku, dengan kehadiran teman-teman tarbiyah tak pernah kurasakan kemanisan ukhuwah seperti ini, tak pernah hati ini tersentuh dengan ikatan yang seindah ini, tak mungkin ku perolehi walau seribu tahun, walau kuselami lautan dalam, kalau bukan kerana kehendak-Mu Ilahi…